Hadapi Masalah Kulit dengan Face It!

WhatsApp Image 2018-03-03 at 15.02.05 (3)

 

Waktu hamil dulu, saking protektifnya dengan janin yang sedang dikandung, aku betul-betul memperhatikan apa yang aku pakai dan masukkan ke badan. Makan coklat pun dikurang-kurangin, bukan karena takut gemuk, melainkan sempat baca kafein dapat mengurangi efektifitas asam folat yang sangat penting untuk perkembangan bayi. Selain itu, aku yang tadinya sempat “perawatan” kulit wajah ke dokter kulit, memutuskan untuk berhenti, dan tidak asal pakai produk perawatan kulit, kecuali betul-betul yakin bahwa produknya aman dari bahan kimia yang berbahaya.

Nah, alhamdulillah waktu hamil justru kulit wajah ga bandel, malah cenderung ada pregnancy glow yang bikin aku (merasa) jadi perempuan hamil paling cantik di dunia *timpuk* 🙈

Taapiii…

Setelah melahirkan, aku sering kurang tidur nyenyak dan urusan domestik yang mesti dikerjakan pun bertambah. Dengan santainya aku juga ga melakukan perawatan tertentu karena berpikir kulitku masih se”aman” waktu hamil.

Tahu-tahu, pas aku ngaca di siang hari dengan penerangan mumpuni, barulah aku sadar, kulitku kusam sekali rupanyaa. Ternyata kepercayaan bahwa kulitku baik-baik saja selama ini hanyalah halusinasiku belaka 😦

Plus, karena dulu aku suka perawatan ke dokter kulit dan pakai krim malam apalah apalah yang bikin kulit kelupas-kelupas, kulitku sekarang selalu terasa kering banget habis cuci muka 😦

Serba salah jadinya, mau mulai perawatan lagi, bingung pakai produk apa yang cocok dengan wajah, karena trauma dengan “coba-coba” di masa lalu. Tapi, kalau dibiarkan, kulitnya ga berkilau lagi apalagi umurku sudah masuk kepala 3.

Makanya, aku super senang waktu tau Wangsa Jelita akan mengeluarkan produk khusus untuk wajah! Karena sejauh pengalamanku, aku tidak pernah dikecewakan dengan brand lokal yang satu ini. Waktu hamil, stretch mark-ku pun berhasil diminimalisir dengan Minyak Zaitun For Mom-nya. Untuk tangan dan kaki yang kering, aku cocok sekali dengan produk Smooth Over-nya.

Pertama kali aku tahu Face It! ini dari instastories @nadyasaib, co-founder Wangsa Jelita (a friend of mine, a brilliant and compassionate woman!). Pas aku tanya itu produk apa, dia ga mau kasih bocoran, hihi. Instead, dia nawarin aku untuk coba produk ini sebelum dilempar ke pasar luas tanggal 8 Maret. Well, I’m more than happy to accept it!

WhatsApp Image 2018-03-03 at 15.02.05 (1)
Kemasan Face It! yang bikin jatuh cinta pada pandangan pertama. (abaikan kukuku yang ternyata tidak bersih sempurna. Lain kali mau mengulas produk, harus ingat untuk manicure dulu)

 

Sewaktu paketnya datang, aku terkesima oleh kemasannya yang sangat cantik dan terkesan sangat eksklusif! Box berwarna dasar hitam dan foil ornamen bergaya kekinian (yang sesungguhnya merupakan ilustrasi bahan dasar produk ini–avocado, grape seed, argan, rose hip, tea tree, etc)

WhatsApp Image 2018-03-03 at 15.04.48
Pas dibuka, sebuah kartu cantik menyambut

Di bawah  kartu tersebut, barulah terkuak bahwa Face It! adalah rangkaian produk untuk wajah, dalam bentuk minyak (mudahnya: facial oil 😀).

Dalam 1 paket, ada 3 varian: untuk kulit kering (for dry skin), berminyak (for oily skin), dan penanganan jerawat (for acne treatment).

WhatsApp Image 2018-03-03 at 15.02.05 (2)
Tiga serangkai facial oil

Awalnya aku heran mengapa ada produk kulit kering dan minyak dalam 1 paket, bukankah kalau orang berkulit kering tidak akan pakai yang buat kulit berminyak, dan demikian sebaliknya? Kalau jerawat sih sepertinya memang masalah semua jenis kulit yaa walaupun porsinya berbeda2 *haha*. Setelah mengikuti lebih lanjut IG posts @wangsajelita, barulah aku ngeh bahwa ketiga kombinasi tersebut bisa digunakan oleh orang dengan jenis kulit kombinasi (kombinasiception).

Oh ya, setiap kali mau identifikasi jenis kulit, aku bingung. Pori-pori wajahku lebar-lebar. Sungguh deh. Katanya sih itu tanda kulit berminyak. Tapi kenyataannya, wajahku selalu terasa “cracking” dan kadang perih sehabis cuci muka. Jerawat pun sekarang terbilang jarang muncul. Munculnya cuma di area pipi yang katanya indikasi aku jarang bersihin ponsel dan sarung bantal.

Nah, berhubung kulitku kering tadi, aku pakai varian “for dry skin” yang mengandung minyak alpukat dan rosehip (ga tau apa nama Indonesianya). Dipakai pagi dan malam (berfungsi seperti pelembap pada umumnya).

Awalnya aku pikir, apa bedanya dengan seri beauty oil seperti Olio? Bukannya sama-sama minyak-minyakan bentuknya? Dan Olio toh bisa banget dipakai buat pelembap muka (walaupun aku masih kurang pede pakai Olio buat pelembap siang karena masih terasa “berminyak”nya).

Hal itu hanya bisa dijawab dengan mencoba langsung, karena, oalaaahhh bedaa banget sensasinya. Berbeda dengan Olio, Face It! ini ringan sekali di wajah, dan cepat menyerap ke kulit, jadi tidak meninggalkan rasa lengket dan “cepel”. Kelembapannya pun terasa tahan lama. Walaupun udah kena air wudhu berkali2, kulitku masih terasa kenyal (beda dengan pelembap bentuk krim yang kalau dibilas, ikut larut bersama air dan kulit pun kering kembali *cry*)

Hemat pula dipakainya, karena sekali pakai cukup 2-3 tetes saja untuk seluruh wajah! (Aku pakai 3 tetes karena sering merasa insecure  karena terbiasa merasa kulit “kering”).

WhatsApp Image 2018-03-03 at 15.02.05
Setiap facial oil disertai keterangan lengkap tentang kandungan, manfaat, dan cara pakainya

Pas malam hari, habis pakai Face It! for dry skin, aku juga pakaikan Face It! Acne Treatment . Yang ini fungsinya topikal, HANYA di area yang berjerawat. Setelah aku pakai 2 hari, hasilnya 1) jerawat kecil cepat kering 2) jerawat yang besar cepat matang terus dibiarin jadi kering sendiri (ini penting buatku yang tangannya suka gatel ngoprek2 jerawat).

WhatsApp Image 2018-03-03 at 19.01.06
Setiap botol Face It! dilengkapi dengan pipet. Jadi, tidak perlu khawatir ada yang tumpah/ terbuang!

Selama seminggu ini, aku hanya menggunakan Face It! dan menghentikan rutinitas perawatanku yang lain (tentu kecuali cuci muka dan mengaplikasikan tabir surya). Biasanya, aku selalu:

cuci muka – toner – serum –  pelembap (dan tabir surya kalau pagi/siang). Dalam seminggu, biasanya juga aku melakukan eksfoliasi/peeling dan masker 2x.

Sekarang, urutanku hanya:

cuci muka – face it! for dry skin – tabir surya (siang)

cuci muka – face it! for dry skin – face it! acne treatment (jika perlu) (malam)

Sengaja demikian, supaya aku bisa mengamati dengan jelas efek Face It! tanpa dicampur perawatan lainnya. Jadi aku bisa 100% yakin bahwa meningkatnya kondisi kulitku adalah efek dari Face It!, bukan faktor lain. Hehehe.

Aku langsung kebayang praktis dan ringkes banget kalau nanti bepergian atau liburan, yang tadinya bawa berbotol-botol perawatan kulit berbeda (toner, serum, pelembap, masker), sekarang tinggal bawa 1 botol kecil aja.

Di antara ketiga varian Face It!, cuma yang “for oily skin” yang belum aku coba (karena bukan tipe kulitku). Jadi, aku kasih ke temanku yang kulitnya berminyak supaya lebih efektif :3

Kalau ada testimoni dari dia, aku update ke sini, ya.

Oh ya, tadinya aku berpikir untuk menulis ulasan soal Face It! ini setelah rutin memakainya selama setidaknya seminggu, karena perkiraanku, efeknya baru akan mulai terlihat saat itu. Taaapiiii… ternyata baru 2 hari pakai saja, tekstur kulitku sudah membaik, lho. Bahkan suamiku bilang “kulit Mama bagusan ya?”

heheheee…. *nyengir*

So, the bottom line is…

If you’re looking for something that can miraculously improve your complexion overnight, Face it! really is the answer to your prayer.

No kidding.

Terima kasih, Wangsa Jelita. Kamu sudah membuat hidup orang mamak-mamak kusam sepertiku jauh lebih mudah.

Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s